Sabtu, 17 Februari 2018

Protes Kebijakan Saudi: Bebaskan Haramain dari Keluarga Saud!


Sekelompok Mahasiswa Islam mendatangi kedutaan Besar Saudi Arabia di Kuningan, Jumat 2 Februari 2018. Mereka memprotes kebijakan Saudi yang membatasi orang Islam untuk berhaji di beberapa negara seperti Qatar, Syiria, Yaman, Bahrain, Iran, Irak juga Libya.
 
Politisasi haji ini bukan untuk kepentingan Islam, tapi kepeningan politik Saudi di kawasan, jelas hal ini melanggar perintah Allah, Haramain  juga harus dibebaskan dari kolonisasi Saudi Zionist," tegas Gunawan, ketua Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta.
 
"Bebaskan Haramain, Bebaskan Makkah-Madinah dari Penjajahan Klan Saudi, disertai teriakan Takbir" diterikkan oleh para pemprotes. "Kita disini selain protest, juga berharap umat Islam bangkit, Haramain milik kaum muslimin sedunia, bukan properti Klan Saudi, 90% peninggalan sejarah Nabi Muhammad SAW telah dihancurkan, kita harus lawan, kejahatan Klan Saudi tak boleh didiamkan" teriak Gunawawn. 
 
Mujtahid Hashem, yang mewakili Haramain Watch, menjelaskan Saudi dan koalisi Arab melakukan agresi militer ke Yaman. "Terlibat dalam dukungan kelompok ISIS di Irak dan Syria dan melakukan pemutusan diplomatik dengan Qatar. Atas kebijakan agresifnya baik militer maupun politik, Saudi menggunakan Haji sebagai instrumen untuk melakukan intimidasi ke beberapa negara. Jelas hal ini tidak dibenarkan didalam Islam," jelasnya. 
 
Selain masalah pelarangan dan pembatasan Haji terhadap negara, kelompok masyarakat atau individu, mereka memprotes kebijakan kuota Haji yang dinilai sebagai bentuk pembatasan secara sistimatis terhadap muslim yang akan berhaji, padahal haji adalah undangan Allahdalam al-Quran. Tegas Mujtahid Hashem, mantan Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia se Timur Tengah dan sekitarnya.
 
"Umat Islam wajib bicara, hampir satu abad Keluraga Saudi menguasai Makkah dan Madinah, meski keluarga ini tak punya kapasitas moral, spiritual dan intelektual. Bagaimana mungkin  tempat-tempat suci peninggalan Rasulullah SAW dikuasai secara paksa oleh Klan Saud dengan dukungan kolonialis Inggris," terang Mujtahid Hashem.
 
Mujtahid juga mengusulkan kota suci Makkah-Madinah harus dikelola oleh Dewan Ulama Internasional yang representatif secara keilmuan, moral sehingga bisa mengembalikan Haji pada fungsi yang sebenarnya. 
 
"Kami menyadari usulan ini bagi sebagian besar ulama dan cendikiawan kita terlalu berat, meski usulan ini ideal. Saya yakin dengan berjalannya waktu, bebasnya Haramain dari klan Saudi akan segera tiba, bersamaan dengan bebasnya Al-Quds, Insyaalah," tegas Mujtahid Hashem dengan mantab.
 
Ditanya tentang kelanjutan dari protest ini disela demontrasi, Mujtahid Hashem menegaskan, dengan keterbatasan yang dimiliki, Insyaallah Jakarta akan gelar Konggres Haji se-Dunia.
Load disqus comments

0 komentar